Direktur PT. Media Jayawijaya, 12 Wartawan Baru Disiapkan Perkuat Peliputan di 40 Distrik

Direktur PT. Media Jayawijaya Meki Wetipo saat diwawancarai wartawan usai kegiatan di hotel Sartika, Minggu (6/9/2026).

WAMENA, SBP NEWS - PT Media Jayawijaya merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 dengan menggelar pelatihan jurnalistik bagi generasi muda Papua Pegunungan sekaligus melakukan peluncuran dan penyematan kartu identitas (ID Card) kepada wartawan baru.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Sartika, Minggu (6/9/2026), sebagai bagian dari momentum satu tahun perjalanan Media Jayawijaya dalam menjalankan peran sebagai media lokal yang turut mendokumentasikan dan mempublikasikan berbagai kegiatan pembangunan di Kabupaten Jayawijaya.

Direktur PT Media Jayawijaya, Meki Wetipo, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan Media Jayawijaya yang telah memasuki usia satu tahun. Ia mengatakan, pelatihan jurnalistik tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda agar mampu menjalankan tugas jurnalistik di berbagai wilayah.

“Kami keluarga besar Media Jayawijaya sangat mengucap syukur kepada Tuhan atas berkat, rahmat, kesehatan dari Tuhan, Media Jayawijaya dapat memasuki usia yang ke-1,” ujar Meki.

Ia menjelaskan, pelatihan jurnalistik yang digelar Media Jayawijaya ditujukan bagi kaum muda dan muda-mudi Papua Pegunungan yang tersebar di berbagai wilayah.

“Kami bersyukur karena ada dua jurnalis perempuan yang ikut pelatihan ini, selain hampir 12 laki-laki,” katanya.

Menurut Meki, Media Jayawijaya sebelumnya telah mendapat kepercayaan dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk menjadi salah satu mitra media dalam meliput kegiatan pemerintahan bersama sejumlah media lainnya, termasuk media nasional.

“Sejak tahun lalu kami Media Jayawijaya dipanggil oleh Pemda untuk menjadi salah satu mitra pemerintah Jayawijaya bersama dengan rekan media yang lain, terutama media-media nasional. Kami mungkin satu-satunya media lokal yang dipanggil oleh Pemda untuk bergabung dan meliput kegiatan pemerintah Jayawijaya,” ungkapnya.

Meki mengatakan, Media Jayawijaya akan melangkah lebih jauh dengan memperkuat peliputan terhadap program dan aktivitas Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, khususnya yang berkaitan dengan empat pilar pembangunan.

Ia menyebut, filosofi pembangunan pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya mengadopsi filosofi Honai Adat Lembah Baliem yang memiliki empat tiang atau pilar.

“Dalam pemerintahan, Bupati dan Wakil mengadopsi empat Heseke (Tiang) itu dengan empat pilar pembangunan yang disebut dengan pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, dan infrastruktur dasar,” jelasnya.

Keempat pilar pembangunan tersebut, kata dia, mencakup wilayah 40 distrik, 328 kampung dan empat kelurahan di Kabupaten Jayawijaya.

“Maka sebagai mitra Pemda Jayawijaya, Media Jayawijaya mengundang orang muda untuk dilatih menjadi penulis-penulis muda, terutama meliput, mendokumentasikan kemudian mempublikasikan semua aktivitas yang dilakukan oleh pemerintah daerah di 40 distrik, 4 kelurahan, 328 kampung tadi dan lebih khusus empat pilar pembangunan yang sudah diutarakan atau dikumandangkan oleh Pak Bupati dan Pak Wakil,” ujarnya.

Meki berharap berbagai kegiatan positif yang berlangsung di daerah pegunungan, lembah hingga pelosok Jayawijaya dapat terdokumentasi dan diketahui masyarakat luas.

“Kami berharap lereng gunung, lembah, pelosok yang aktivitas positifnya banyak dilakukan baik oleh pemerintah distrik, oleh para pegiat pendidikan, guru-guru, oleh jemaat, umat, gembala, hamba Tuhan itu ditulis, Media Jayawijaya menulis itu, mempublikasikan dan itu menjadi dokumentasi pembangunan dari Jayawijaya,” katanya.

Untuk memperkuat jaringan peliputan, Media Jayawijaya menyiapkan 12 wartawan yang akan ditempatkan pada sejumlah wilayah sesuai dengan pembagian wilayah pembangunan.

Meki menjelaskan, 12 wartawan tersebut akan tersebar di 10 wilayah. Penempatan dilakukan agar setiap aktivitas pembangunan di tingkat distrik maupun kampung dapat lebih mudah dijangkau dan diliput.

“Pemilihan 12 jurnalis itu ditempatkan di titik-titik pembangunan sebagaimana yang sudah dibagi wilayah satu sampai wilayah 10. 14 ini semua ada di 10 wilayah itu,” jelasnya.

Ia memberikan contoh, wartawan yang ditempatkan di wilayah satu akan meliput sejumlah distrik yang masuk dalam wilayah tersebut.

“Misalnya untuk Wamena kota kategori wilayah 1, ada satu wartawan. Dia akan meliput semua aktivitas di tiga distrik wilayah 1 yaitu Wamena, Wouma, dan Wesaput,” ujarnya.

Pembagian wilayah peliputan tersebut akan dituangkan dalam surat tugas secara tertulis yang mencantumkan nama wartawan dan wilayah liputannya.

Media Jayawijaya juga mengharapkan para kepala distrik, kepala kampung, kepala sekolah, kepala puskesmas, pendeta, kelompok tani, kelompok pemuda hingga organisasi kepemudaan di tingkat distrik dapat berkoordinasi dengan wartawan yang ditempatkan di wilayah masing-masing.

“Siapapun yang melakukan kegiatan di tingkatan distrik dapat mengundang wartawan Media Jayawijaya dari wilayah itu untuk meliput kegiatan-kegiatan mereka,” kata Meki.

Meki menegaskan, kegiatan positif yang dilakukan masyarakat maupun pemerintah perlu dipublikasikan secara luas sehingga dapat menjadi dokumentasi pembangunan sekaligus memperkenalkan potensi Jayawijaya kepada masyarakat di luar daerah.

“Karena kegiatan yang baik itu harus dipublikasikan seluas mungkin bukan hanya di Jayawijaya, tapi dalam mendukung visi global Pak Bupati dari Jayawijaya untuk dunia, maka dunia luar juga perlu mengetahui hal-hal baik yang dilakukan oleh Jayawijaya,” tuturnya.

Ia secara khusus menyoroti potensi ekonomi Jayawijaya yang dinilai sangat besar dan perlu mendapat perhatian melalui pemberitaan.

“Terutama dalam bidang pengembangan ekonomi, yang mana Jayawijaya memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dari berbagai aspek,” katanya.

Selain ditempatkan di wilayah distrik, sebagian wartawan juga akan diarahkan untuk mendukung peliputan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.

“Nanti 12 orang ini akan ditempatkan di distrik-distrik yang tadi Meki sudah sampaikan. Benar sekali, satu orang, jadi pemerintah Jayawijaya sudah membagi wilayah pembangunan ada 10,” jelasnya.

Ia menyebut pembagian wilayah tersebut antara lain wilayah satu meliputi Wamena, Wouma dan Wesaput; wilayah dua meliputi Welesi, Asotipo, Asolokobal, Maima dan Popugoba; wilayah tiga meliputi Hubikiak, Hubikosi dan Musatfak; serta wilayah empat meliputi Itlay Hisage, Walelagama dan Siepkosi.

“Dari setiap wilayah ada satu-satu wartawan, terus ada yang dua. Yang kedua ini kami akan atur untuk penempatannya di kantor bupati, lalu kami akan coba juga lobby ke provinsi supaya dikirim ke provinsi,” katanya.

Menurut Meki, Media Jayawijaya juga akan mempertimbangkan penempatan wartawan untuk melakukan peliputan di lingkungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk lembaga legislatif dan eksekutif, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Jadi 12 ini akan berpencar di berbagai tempat, tidak hanya di tingkat distrik, sesuai dengan isu, sesuai dengan kegiatan, sesuai dengan kepentingan,” pungkasnya.(*)

Posting Komentar

0 Komentar