Aktivitas KBM di SMK Negeri 1 Wamena Lumpuh Total, KNPI Jayawijaya Desak Penyelamatan Sekolah

Kondisi SMK Negeri I Wamena, Distrik Musatfak Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan saat ini, Senin (5/10/2026).

WAMENA, SBP NEWS - Di tengah hamparan rumput liar yang menutupi halaman sekolah dan bangunan yang mulai rusak dimakan waktu, aktivitas belajar mengajar di SMK Negeri 1 Wamena, Distrik Musatfak, nyaris tak lagi terlihat. 

Sekolah yang seharusnya menjadi tempat mencetak generasi muda itu kini disebut hanya menyisakan satu hingga dua siswa yang masih datang belajar.

Kondisi tersebut terungkap saat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Jayawijaya melakukan survei lapangan menyusul aspirasi masyarakat mengenai lumpuhnya aktivitas pendidikan di sekolah tersebut.

Survei dipimpin Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Penalaran DPD II KNPI Jayawijaya, Alexander Lengka, S.Pd., didampingi Tokoh Pemuda Musalfak, Maikel Oagai. Keduanya turun langsung untuk melihat kondisi sekolah dan mendengarkan keluhan warga setempat.

Dari hasil wawancara dengan masyarakat, berbagai persoalan pendidikan terungkap. Warga mengaku guru-guru jarang hadir untuk mengajar, sementara kepala sekolah disebut tidak aktif menjalankan tugasnya. Situasi itu berdampak pada menurunnya minat belajar siswa hingga jumlah peserta didik yang hadir setiap hari terus berkurang.

Lebih memprihatinkan lagi, fasilitas sekolah juga tampak tidak terawat. Pagar sekolah mengalami kerusakan, sejumlah bagian gedung membutuhkan perhatian serius, dan halaman sekolah dipenuhi rumput liar yang tumbuh tinggi. 

Oleh karenanya pemandangan tersebut menggambarkan kondisi lembaga pendidikan yang sedang mengalami kemunduran.

Bagi masyarakat Musatfak, keberadaan SMK Negeri 1 Wamena memiliki arti penting sebagai sarana pendidikan bagi generasi muda di wilayah tersebut. Karena itu, warga berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi yang terjadi.

Dalam kesempatan itu Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Penalaran, DPD II KNPI Jayawijaya, Alexander Lengka menegaskan bahwa temuan lapangan tersebut akan menjadi perhatian serius KNPI Jayawijaya. 

Dikatakan hasil survei akan disusun menjadi laporan resmi organisasi dan disampaikan kepada instansi terkait agar segera ditindaklanjuti.

"Kami dari Bidang Pendidikan dan Penalaran akan menjadikan hasil survei ini sebagai laporan resmi organisasi untuk didorong ke Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya," ujarnya, saat survey di lokasi, Senin (5/10/2026).

KNPI Jayawijaya juga mendesak Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Pendidikan untuk segera turun langsung melakukan verifikasi dan mengambil langkah penyelamatan. 

Menurut mereka, keberlangsungan pendidikan di Musalfak tidak boleh dibiarkan semakin terpuruk.

"Kami bersama masyarakat berharap, melihat sekolah kembali hidup, guru hadir mengajar, siswa memenuhi ruang kelas, dan SMK Negeri 1 Wamena kembali menjalankan fungsinya sebagai tempat membangun masa depan anak-anak Jayawijaya,"tutupnya.(*)

Posting Komentar

0 Komentar