![]() |
| Ketua HMPJ Alexander Hisage (Kiri), bersama, Kepala Bagian (Kabag) Umum Zakheus Pekey saat menggelar jumpa pers usai rapat koordinasi, di ruang kerjanya, Rabu (26/8/2026). |
SUARABALIEMPAPUA – Himpunan Mahasiswa Pelajar Jayawijaya (HMPJ) Kota Studi Jayapura melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Kabupaten Jayawijaya, Zakheus Pekey, terkait persoalan pemadaman listrik yang terjadi di Asrama Putri Pemda Jayawijaya di Jayapura.
Ketua HMPJ Kota Studi Jayapura, Alexander Hisage, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mencari solusi atas persoalan tersebut, termasuk bertemu langsung dengan Kabag Umum Jayawijaya guna membahas langkah penanganan yang akan dilakukan pemerintah daerah.
“Kami telah melakukan koordinasi dan bertemu langsung dengan Bapak Kabag Umum untuk membahas kondisi yang sedang terjadi di Asrama Putri. Kami berharap ada progres dan langkah nyata untuk menangani pemadaman listrik yang dialami para mahasiswi,” ujar Alexander. usai rapat koordinasi, di ruang kerja Kabag Umum, Rabu (26/8/2026).
Menanggapi hal tersebut, Kabag Umum Setda Kabupaten Jayawijaya, Zakheus Pekey, menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa, khususnya penghuni Asrama Putri, atas kondisi yang terjadi.
Menurutnya, aspirasi yang telah disampaikan mahasiswa merupakan hal yang wajar dan menjadi perhatian pemerintah daerah karena mahasiswa merupakan generasi penerus yang harus mendapatkan dukungan dan perhatian.
“Kami menerima semua aspirasi yang disampaikan adik-adik mahasiswa. Mereka adalah bagian dari kami dan generasi penerus yang harus sama-sama kita perhatikan. Karena itu, persoalan ini akan menjadi fokus perhatian kami,” kata Zakheus Pekey.
Ia menjelaskan bahwa Bagian Umum Setda Jayawijaya yang menangani urusan fasilitas, termasuk pembayaran listrik asrama, akan melakukan pengecekan dan peninjauan langsung terhadap kondisi yang terjadi.
“Kami akan melihat langsung persoalan ini dalam beberapa hari ke depan. Bukan hanya di Asrama Putri, tetapi juga beberapa asrama lain yang memiliki permasalahan serupa. Kami akan turun dan melihat dari dekat untuk mencari solusi yang tepat,” ujarnya.
Zakheus juga meminta semua pihak untuk memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut karena menyangkut kebutuhan dasar mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Kota Studi Jayapura.
“Ini adalah masalah kita bersama. Oleh karena itu, kami mohon perhatian dari semua pihak. Kami peduli terhadap kondisi mahasiswa dan akan berupaya mencari jalan keluar terbaik,” tutupnya.***

0 Komentar