![]() |
| Suasana saat menggelar Konferensi pers di Asrama Mahasiswa Pelajar Jayawijaya (AMPJ) Lauk kota studi Jayapura, Selasa (25/8/2026) malam. |
SUARABALIEMPAPUA – Badan Pengurus Asrama Mahasiswa Pelajar Jayawijaya (AMPJ) Lauk menggelar konferensi pers terkait pemutusan aliran listrik di Asrama Putri Pemda Jayawijaya yang berada di Kota Studi Jayapura. Pemutusan listrik tersebut dilakukan sejak 11 Agustus 2026 dan hingga kini belum kembali normal.
Dalama kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua AMPJ Lauk didampingi 3 Badan Pengurus Asrama Nayak, Pengurus Himpunan Mahasiswa Pelajar Jayawijaya (HMPJ) Kota studi Jayapura, serta para Senior.
Pada kesempatan itu Ketua AMPJ Lauk, Sipora Windikbo, menyampaikan bahwa kondisi tersebut telah mengganggu aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari para mahasiswi penghuni asrama.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (25/8/2026), Sipora menjelaskan bahwa pihak asrama telah berupaya berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan maupun langkah penyelesaian yang jelas.
“Kami sudah melakukan komunikasi dengan pihak yang berwenang, tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan. Karena itu kami menyampaikan beberapa tuntutan agar persoalan ini segera diselesaikan,” ujarnya.
Mahasiswa menyampaikan dua tuntutan utama kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Pertama, mendesak pemerintah segera melunasi tunggakan pembayaran listrik Asrama Putri Pemda Jayawijaya kepada PLN sebesar Rp36.043.000. Kedua, meminta adanya transparansi terkait pengelolaan dan penggunaan anggaran yang dialokasikan untuk kebutuhan air dan listrik asrama.
Menurut mereka, listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi mahasiswa, terutama untuk menunjang proses belajar, kegiatan akademik, serta aktivitas harian di lingkungan asrama. Akibat pemutusan listrik yang berlangsung selama dua pekan terakhir, para penghuni asrama mengalami berbagai kesulitan.
Dukungan terhadap tuntutan tersebut juga disampaikan oleh Sekretaris Himpunan Mahasiswa Pelajar Jayawijaya (HMPJ) Yehezkiel Asso. Mereka mengaku prihatin atas kondisi yang dialami para mahasiswi dan meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi teman-teman di Asrama Putri Jayawijaya. Listrik adalah kebutuhan dasar mahasiswa. Karena itu kami mendesak pemerintah segera membayar dan menyelesaikan tunggakan yang ada,” katanya.
Mahasiswa berharap Pemerintah Kabupaten Jayawijaya segera merespons aspirasi tersebut dengan menyelesaikan tunggakan pembayaran listrik dan memberikan penjelasan terkait pengelolaan anggaran kebutuhan dasar asrama. Mereka menilai penyelesaian masalah ini penting agar aktivitas pendidikan para mahasiswa di Kota Studi Jayapura dapat kembali berjalan normal.(*)

0 Komentar