DPC PMKRI Jayawijaya Gelar MPAB dan Mabim, Siapkan Kader yang Solider dan Berjiwa Sosial

Suasana DPC PMKRI Jayawijaya menggelar MPAB dan Mabim di Aula Soska Gereja Katolik Kristus Jaya, Senin (21/9/2026).

WAMENA, SBP NEWS - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jayawijaya Santo Fransiskus Asisi menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) dan Masa Bimbingan (Mabim).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Melahirkan Kader yang Solider, Berintelektual dan Berjiwa Sosial.”

Ketua DPC PMKRI Jayawijaya Santo Fransiskus Asisi periode 2026–2028, Konius Doga, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses kaderisasi internal PMKRI untuk menerima dan membina anggota baru.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda internal PMKRI, yaitu Masa Penerimaan Anggota Baru dan Masa Bimbingan. Kami sudah melakukan pembukaan mulai hari ini,” kata Konius, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan merekrut mahasiswa baru untuk bergabung dalam organisasi sekaligus memberikan pembinaan agar mereka memahami nilai-nilai perjuangan PMKRI.

Konius menyebutkan sebanyak 84 peserta, baik laki-laki maupun perempuan, mengikuti proses penerimaan anggota baru tersebut.

Ia menjelaskan, para peserta nantinya akan dibina menjadi kader yang memiliki kemampuan intelektual, solidaritas, serta kepedulian sosial dan mampu mengambil bagian dalam kehidupan gereja maupun masyarakat.

“Tujuan kami merekrut anggota baru supaya mereka dapat belajar dan bertumbuh bersama dalam perhimpunan ini. Mereka diharapkan menjadi kader yang dapat berkontribusi bagi gereja dan masyarakat ke depan,” ujarnya.

Kegiatan MPAB dan Mabim tersebut dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 21 hingga 27 September 2026.

Selama proses kegiatan, peserta akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan sebagai bagian dari tahapan kaderisasi PMKRI.

Konius berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik serta mampu memahami nilai-nilai yang menjadi dasar perjuangan PMKRI.

Ia juga berharap kader-kader baru yang lahir melalui proses tersebut dapat menjadi generasi yang solider, memiliki wawasan intelektual, dan peka terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Harapan kami, melalui kegiatan ini lahir kader-kader yang memiliki solidaritas, intelektual dan jiwa sosial serta mampu memberikan kontribusi positif bagi gereja dan masyarakat,” pungkasnya.(*)

Posting Komentar

0 Komentar