![]() |
| Militer Non-organik Saat melakukan penggeledahan di Sejumlah Pemukiman Warga di Wamena. Foto: Istimewa. |
WAMENA, SBP NEWS - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Jayawijaya, Hengky Hilapok, meminta Satgas Militer non-organik menghentikan tindakan penyisiran yang dilakukan secara sembarangan di wilayah pemukiman warga sipil.
Desakan tersebut disampaikan Hengky menyusul insiden penyisiran yang terjadi pada Sabtu, 19 September 2026 sekitar pukul 14.05 WIT di kawasan Sinakma, tepatnya di kompleks perumahan Pemerintah Daerah (Pemda) Jayawijaya.
Hengky mengatakan aparat keamanan seharusnya mendatangi langsung titik lokasi yang dicurigai atau terdeteksi melalui alat pelacak sebelum melakukan tindakan di lapangan.
Menurutnya, penyisiran terhadap rumah-rumah warga harus dilakukan berdasarkan target dan informasi yang jelas agar tidak menimbulkan keresahan maupun salah sasaran.
“Pihak militer harus langsung mendatangi titik lokasi yang dicurigai atau terdeteksi melalui alat pelacak. Jangan melakukan penyisiran serampangan yang menyasar rumah-rumah warga sipil tanpa target yang jelas,” kata Hengky.
Ia juga mengingatkan aparat agar tidak melakukan operasi atau tindakan keamanan yang berlebihan akibat kendala teknis pada alat pelacak yang berpotensi menunjukkan lokasi secara umum.
Hengky menilai, apabila alat pelacak hanya mampu menunjukkan wilayah secara umum, aparat perlu memastikan kembali informasi tersebut sebelum melakukan penyisiran di lingkungan permukiman warga.
“Kami DPD II KNPI Jayawijaya mengingatkan agar aparat tidak menggelar operasi militer akibat kendala atau masalah teknis pada alat pelacak yang berpotensi salah sasaran. Kalau alat pelacak hanya bisa menunjukkan lokasi umum, jangan lakukan penyisiran sembarang,” ujarnya.
Menurut Hengky, tindakan penyisiran di kawasan pemukiman dapat berdampak terhadap kondisi psikologis dan rasa aman masyarakat sipil, terutama warga yang tidak memiliki keterkaitan dengan persoalan keamanan.
“Kehadiran dan tindakan penyisiran di area pemukiman menciptakan kepanikan massal serta ketakutan di tengah rakyat sipil yang tidak bersalah,” katanya.
Untuk itu, DPD II KNPI Jayawijaya berharap aparat keamanan dapat menjalankan tugas secara profesional dan humanis dengan tetap mengedepankan perlindungan serta rasa aman bagi masyarakat.
“Kami berharap aparat keamanan dapat lebih profesional, humanis, dan menjunjung tinggi rasa aman bagi warga setempat dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.(*)

0 Komentar