DPW Perindo Papua Pegunungan Gelar Workshop Bedah Dapil dan Verivikasi

Foto Bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Provinsi Papua Pegunungan usai Pembukaan Kegiatan, di salah satu hotel di Wamena, Rabu (2/9/2026).


SUARABALIEMPAPUA - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Provinsi Papua Pegunungan menggelar Workshop Bedah Daerah Pemilihan (Dapil) dan Verifikasi Partai di salah satu hotel di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari persiapan Partai Perindo menghadapi tahapan verifikasi partai politik, sekaligus memperkuat kesiapan struktur dan administrasi kepengurusan di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Ketua DPW Partai Perindo Provinsi Papua Pegunungan, Jhon R. Banua, mengatakan workshop tersebut menjadi momentum bagi jajaran pengurus untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan partai, khususnya berkaitan dengan data dan dokumen yang nantinya diperlukan dalam proses verifikasi.

“Ini dilakukan untuk persiapan verifikasi partai. Jadi, bagaimana kesiapan kita untuk verifikasi partai nanti. Makanya kami menyampaikan terima kasih kepada DPP karena kegiatan ini dibagi untuk semua wilayah provinsi,” ujar Jhon.

Menurutnya, tim dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Perindo turun langsung ke daerah untuk memberikan materi sekaligus melakukan pengecekan terhadap kesiapan pengurus di daerah.

Dalam workshop tersebut, berbagai dokumen yang dimiliki DPW dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kembali diperiksa dan disesuaikan dengan kebutuhan verifikasi.

“Kami lakukan untuk persiapan verifikasi, dengan dokumen-dokumen yang ada dicek kembali. Ada materi dari DPP yang diberikan kepada kami,” katanya.

Jhon menilai pendampingan langsung dari DPP sangat penting bagi pengurus di Papua Pegunungan. Menurut dia, persiapan menghadapi tahapan politik harus dilakukan sejak awal, meskipun tahapan Pemilu 2029 masih cukup panjang.

“Kami di DPW dan DPD menyampaikan terima kasih kepada DPP. Tim turun langsung untuk menyampaikan dan membawa materi untuk persiapan partai ke depan,” ujarnya.

Ia menegaskan, tugas utama pengurus partai adalah memastikan seluruh data dan dokumen organisasi siap sehingga dapat mengikuti setiap tahapan verifikasi hingga proses di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Ini masih jauh, tetapi sebenarnya pekerjaan partai harus dimulai dari sekarang. Kalau kita mau membesarkan partai, kami harus bekerja dan tidak melihat apakah masih jauh atau sudah dekat. Tugas pengurus partai adalah menyiapkan data untuk verifikasi sampai masuk pada tahapan-tahapan di KPU,” tegas Jhon.

Dalam kesempatan tersebut, Jhon juga memaparkan posisi Partai Perindo di Papua Pegunungan. Ia menyebutkan partainya saat ini memiliki total 21 kursi legislatif di wilayah Papua Pegunungan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak empat kursi berada di tingkat provinsi. Sementara di tingkat kabupaten, Partai Perindo memperoleh tujuh kursi di Jayawijaya, tiga kursi di Yahukimo, tiga kursi di Nduga, satu kursi di Lanny Jaya dan satu kursi di Tolikara.

“Di Papua Pegunungan, keseluruhan ada 21 kursi. Di provinsi ada empat kursi, Jayawijaya tujuh, Yahukimo tiga, Nduga tiga, Lanny Jaya satu dan Tolikara satu,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah daerah seperti Yalimo dan Kabupaten Mamberamo Tengah disebut belum memiliki keterwakilan kursi Partai Perindo di lembaga legislatif.

Selain itu dia juga menjelaskan untuk menghadapi Pemilu 2029, Partai Perindo Papua Pegunungan menargetkan dapat mempertahankan kursi yang telah diperoleh sekaligus menambah keterwakilan di daerah-daerah yang saat ini belum memiliki kursi.

“Target minimal kami harus bisa bertahan. Untuk provinsi kami juga harus mencoba bagaimana menambah kursi ke depan,” katanya.

Ia menambahkan, perhatian khusus akan diberikan kepada daerah yang belum memiliki kursi, seperti Yalimo dan Mamberamo Tengah.

Menurut Jhon, peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan memperkuat struktur organisasi dan konsolidasi politik di tingkat daerah.

“Apalagi di beberapa kabupaten seperti Yalimo dan Mamberamo Tengah yang masih kosong. Kebetulan sekarang DPD kita adalah wakil bupati di dua daerah tersebut. Kita harus bagaimana tempat-tempat yang tidak ada kursi bisa ada kursi,” pungkasnya.(*)

Posting Komentar

0 Komentar