Kemenag Jayawijaya dan Masyarakat Sepakati Guru MTs Welesi Kembali Mengajar

Suasana saat kementrian agama bersama masyarakat welesi gelar pertemuan di aula kementrian agama wamena, Jumat (26/9/2026). 

WAMENA, SBP NEWS – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di MTs Negeri Jayawijaya Welesi yang sempat terhenti hampir dua pekan akibat seluruh guru mengungsi ke Jayapura, mulai mendapat titik terang.

Pengungsian para guru tersebut terjadi menyusul kekhawatiran terhadap situasi keamanan di wilayah Wamena dan sekitarnya pasca penembakan yang menewaskan seorang sopir bernama Aris Sanda di jalur Trans Wamena–Nduga pada pertengahan September 2026. Peristiwa tersebut turut berdampak terhadap aktivitas pendidikan di wilayah Welesi.

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jayawijaya menggelar rapat koordinasi bersama Ketua Komite Madrasah, orang tua siswa, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala suku, serta pihak terkait lainnya.

Rapat koordinasi berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jayawijaya, Jumat (25/9/2026).

Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Kabupaten Jayawijaya, H. Eko Haryanto, SE., MM, mengatakan hasil rapat menyepakati bahwa guru-guru MTs Negeri Jayawijaya Welesi yang mengungsi ke Jayapura harus kembali ke tempat tugas untuk melanjutkan proses pembelajaran.

“Setelah kami melakukan rapat koordinasi, kami semua bersepakat bahwa guru-guru yang mengungsi ke Jayapura harus kembali ke tempat untuk menjalankan tugas,” kata Eko kepada wartawan.

Menurut Eko, dalam rapat tersebut para tokoh agama dan tokoh masyarakat juga menyatakan kesediaan untuk ikut menjamin keamanan para guru selama menjalankan tugas di Welesi.

Selain persoalan keamanan, kata dia, masyarakat juga menyampaikan aspirasi agar kepemimpinan MTs Negeri Jayawijaya Welesi dapat diisi oleh guru lokal.

“Untuk mengantisipasi hal semacam ini terjadi di kemudian hari, masyarakat meminta kepala sekolah harus diganti dari guru-guru lokal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kabupaten Jayawijaya, Yesaya Aprianto, SE., mengatakan rapat koordinasi tersebut menghasilkan lima kesepakatan.

Pertama, kepala suku, komite sekolah, dan masyarakat setempat akan ikut menjamin keamanan para guru MTs Negeri Jayawijaya Welesi selama melaksanakan tugas.

Kedua, disepakati perlunya kepala sekolah definitif dari kalangan guru lokal. Apabila belum memungkinkan, akan diupayakan penempatan Pelaksana Tugas (Plt) yang berada dalam ruang lingkup MTs Welesi.

Ketiga, komite sekolah meminta agar para guru segera kembali mengajar karena siswa akan menghadapi ujian tengah semester dalam waktu dekat.

Keempat, para guru diharapkan lebih sering bersosialisasi dengan masyarakat setempat serta mampu beradaptasi dengan kearifan dan budaya lokal.

Kelima, kepala suku bersama komite sekolah dan orang tua/wali murid akan menindaklanjuti dugaan adanya oknum yang meneror para guru MTs Negeri Jayawijaya Welesi.

Yesaya mengatakan, kelima poin tersebut menjadi hasil kesepakatan bersama yang diharapkan dapat menjadi langkah penyelesaian agar kegiatan pendidikan di MTs Negeri Jayawijaya Welesi kembali berjalan.

Ditempat yang sama, Kepala Suku sekaligus Ketua Komite MTs Negeri Welesi, Sadik Asso, mengatakan kondisi keamanan di wilayah Welesi pada dasarnya selama ini relatif aman.

Ia menegaskan masyarakat setempat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlangsungan pendidikan, termasuk memberikan rasa aman kepada para guru yang kembali menjalankan tugas.

“Situasi keamanan wilayah Welesi sebenarnya dari dulu sampai sekarang aman-aman saja. Tetapi kalau di kemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap guru-guru kami, saya selaku kepala suku siap pasang badan,” kata Sadik.

“Saya siap pasang badan dan siap bertindak untuk guru-guru MTs demi pendidikan anak-anak kita,” tegasnya.

Dengan adanya kesepakatan antara Kemenag, pihak sekolah, komite, kepala suku, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan orang tua siswa tersebut, proses pembelajaran di MTs Negeri Jayawijaya Welesi diharapkan dapat kembali berjalan normal dan para siswa dapat mengikuti kegiatan akademik sesuai jadwal.(*)

Posting Komentar

0 Komentar