![]() |
| Foto bersama usai melakukan pertemuan dengan Ketua DPD I KNPI Provinsi Papua Pegunungan versi Riano Panjaitan di Wamena, Senin (28/9/2026). |
WAMENA, SBP NEWS - Dewan Pimpinan Daerah II Komite Nasional Pemuda Indonesian (KNPI) Kabupaten Jayawijaya, mengajak seluruh elemen kepemudaan di Papua Pegunungan untuk mengedepankan semangat persatuan dan kolaborasi melalui filosofi Honay sebagai rumah bersama serta budaya “ngopi bareng” sebagai ruang dialog yang setara.
Ajakan tersebut disampaikan Ketua DPD II KNPI Kabupaten Jayawijaya, Hengky Hilapok, usai melakukan pertemuan dengan Ketua DPD I KNPI Provinsi Papua Pegunungan versi Riano Panjaitan di Wamena, Senin (28/9/2026).
Pertemuan itu disebut menjadi momentum membangun komunikasi dan membuka ruang kolaborasi antar kelompok kepemudaan di tengah dinamika dualisme yang masih terjadi dalam tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).
Menurut Hengky, Jayawijaya sebagai kabupaten induk yang melahirkan tujuh kabupaten di Papua Pegunungan memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi rumah bersama bagi seluruh pemuda tanpa memandang perbedaan organisasi maupun afiliasi.
“Wamena adalah rumah pemuda bersama dan tempat ngopi bareng dari berbagai versi KNPI. Kami tidak membahas soal bergabung, tetapi membuka diri untuk berdiskusi tentang kegiatan kepemudaan ke depan,” ujar Hengky.
Ia menjelaskan, filosofi Honay mengajarkan kesetaraan, keterbukaan, dan penyelesaian persoalan melalui dialog. Di dalam Honay, kata dia, tidak ada ruang bagi kesombongan maupun sekat-sekat struktural, melainkan kejujuran dan keberanian untuk mencari solusi bersama.
Hengky menilai persatuan pemuda tidak dapat dibangun melalui paksaan, melainkan harus lahir dari kesediaan untuk membuka diri dan duduk bersama dalam semangat kebersamaan.
Dalam refleksinya terhadap kondisi Papua saat ini, Hengky menyoroti konflik bersenjata yang berkepanjangan dan dampak kemanusiaan yang ditimbulkan, termasuk gelombang pengungsian yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Menurutnya, pemuda memiliki tanggung jawab besar untuk hadir sebagai suara kritis dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Namun peran tersebut, lanjutnya, akan sulit dijalankan secara maksimal apabila organisasi kepemudaan masih terjebak dalam konflik internal dan perpecahan.
“Sudah saatnya orientasi pemuda dikembalikan ke akarnya. Honay tidak mengenal hierarki feodal. Honay adalah simbol tempat segala silang sengketa diselesaikan dengan kepala dingin dan segelas kopi hangat,” katanya.
Hengky juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPD I KNPI Provinsi Papua Pegunungan yang telah membuka ruang komunikasi dan diskusi bersama jajaran DPD II KNPI Jayawijaya.
Ia berharap komunikasi yang telah dibangun dapat menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi kepemudaan demi menjawab berbagai tantangan sosial dan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat Papua Pegunungan.
“Persatuan pemuda sangat penting. Persatuan itu bisa lahir dari keterbukaan, dialog, dan kemauan untuk duduk bersama dengan takaran yang sama,” tutupnya.(*)

0 Komentar