WAMENA, SBP NEWS - Koops TNI Habema mengungkap kronologi awal insiden kekerasan yang menewaskan seorang pengemudi kendaraan lajuran bernama Aris Sanda alias Bapak Tasya di jalur Wamena-Mbua, Papua Pegunungan, Selasa (15/9/2026).
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIT di sekitar pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, Kabupaten Jayawijaya.
“Pada kesempatan ini kami akan menyampaikan perkembangan situasi terkait peristiwa yang terjadi pada Selasa, 15 September 2026, di jalur Wamena menuju Mbua, Papua Pegunungan,” ujar Wirya, Rabu (16/9/2026).
Berdasarkan informasi awal yang diterima Koops TNI Habema, rombongan kendaraan lajuran yang melintas di sekitar kawasan Danau Habema dihentikan oleh sekelompok orang bersenjata.
Kelompok tersebut kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan para penumpang yang berada dalam rombongan.
Setelah pemeriksaan, para penumpang disebut diperintahkan untuk kembali menuju Wamena. Sementara itu, Aris Sanda dibawa oleh kelompok tersebut ke arah kawasan Danau Habema.
Aris Sanda diketahui merupakan pengemudi yang selama ini melayani transportasi masyarakat sekaligus mengangkut logistik pada jalur Wamena menuju Mbua.
Setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, Koops TNI Habema melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi.
Dalam proses pencarian, tim menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar. Di lokasi yang sama, petugas juga menemukan jenazah Aris Sanda.
Proses evakuasi jenazah kemudian dilakukan sesuai prosedur dengan mempertimbangkan kondisi keamanan personel dan situasi di lapangan.
“Kami menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan yang mendalam kepada keluarga korban,” kata Wirya.
Hingga saat ini, Koops TNI Habema masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian secara lebih lengkap. Keterangan dari para saksi juga terus dikumpulkan dan dikoordinasikan bersama unsur terkait.
Koops TNI Habema Lakukan Penanganan
Wirya mengatakan Koops TNI Habema akan melakukan penanganan terhadap kelompok bersenjata yang disebut terlibat dalam insiden tersebut.
Langkah yang dilakukan mencakup pengejaran serta dukungan terhadap proses penegakan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Upaya tersebut, menurut Wirya, dilakukan untuk mencegah terjadinya korban berikutnya serta menjaga keamanan masyarakat yang beraktivitas di wilayah tersebut.
“Kami sangat menyayangkan peristiwa ini. Korban sedang bekerja membawa logistik dan melayani transportasi masyarakat menuju pedalaman. Orang-orang yang bekerja membantu kehidupan masyarakat seharusnya dapat menjalankan tugasnya dengan aman dan tidak menjadi korban kekerasan,” ujarnya.
Koops TNI Habema menyatakan perkembangan mengenai proses evakuasi, pengamanan wilayah, serta hasil pendalaman di lapangan akan disampaikan kembali setelah informasi yang diperoleh terverifikasi.
Sebelumnya, pada Selasa (15/9/2026), Wirya juga menegaskan bahwa perlindungan masyarakat dan keberlangsungan pelayanan publik menjadi salah satu prioritas dalam penanganan situasi keamanan di wilayah Papua Pegunungan.
“Kami prihatin atas kejadian yang menimpa tiga petugas pemerintah. Mereka hadir untuk melayani masyarakat dan seharusnya dapat menjalankan tugas dengan aman. Kami akan terus berkoordinasi untuk mengungkap kejadian ini, mengejar para pelaku, dan menjaga masyarakat tetap terlindungi,” tandasnya.(*)
.webp)
0 Komentar