![]() |
| Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Rudi Aibesa saat menyampaikan arahannya, di gedung sekolah Minggu Gereja Yerusalem, Wamena, Papua Pegunungan, Jumat (9/10/2026). |
WAMENA, SBP NEWS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya melalui Dinas Kesehatan menggelar pelatihan tata laksana malaria bagi tenaga medis di fasilitas pelayanan kesehatan, di gedung sekolah Minggu Gereja Yerusalem, Wamena, Papua Pegunungan, Jumat (9/10/2026).
Pelatihan ini diikuti 30 peserta yang terdiri dari tenaga medis dari tiga klinik, satu rumah sakit, dan 26 puskesmas. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam pemeriksaan dan penanganan malaria, sekaligus memperkuat upaya pengendalian kasus di Kabupaten Jayawijaya.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Rudi Aibesa, mengungkapkan bahwa jumlah kasus malaria di wilayah tersebut hingga 3 Oktober 2026 mencapai 1.103 kasus.
“Jumlah kasus malaria di Kabupaten Jayawijaya per 3 Oktober 2026 mencapai 1.103 kasus,” ujar Rudi.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menargetkan eliminasi malaria pada 2027. Target tersebut diharapkan dapat mendukung program pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan yang menargetkan eliminasi malaria secara nasional pada 2030.
“Rencana ke depan di tahun 2027, kami akan eliminasi malaria di Kabupaten Jayawijaya. Itu juga merupakan program dari pemerintah Indonesia. Kementerian Kesehatan menargetkan pada 2030 seluruh Indonesia sudah eliminasi malaria,” katanya.
Menurut Rudi, pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kemampuan tenaga medis dalam menerapkan strategi pengendalian malaria, terutama melalui pemeriksaan secara rutin di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Strategi yang akan digunakan adalah bagaimana teman-teman yang sudah dilatih ini mampu menekan angka malaria yang ada di Kabupaten Jayawijaya, terutama melalui pemeriksaan secara rutin,” jelasnya.
Selain meningkatkan kemampuan tenaga medis, Dinas Kesehatan Jayawijaya juga mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan malaria. Salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Rudi mengimbau masyarakat agar tidak membiarkan genangan air di sekitar rumah, membersihkan halaman dari rumput yang terlalu tinggi, serta memperhatikan kebersihan di dalam rumah agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
“Kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menjaga lingkungan dan tidak membiarkan adanya genangan air. Halaman rumah juga harus dibersihkan, rumput jangan terlalu tinggi, dan masyarakat perlu memperhatikan kondisi di dalam rumah supaya tidak ada tempat bagi nyamuk untuk berkembang biak,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui pelatihan tata laksana malaria dan peningkatan kesadaran masyarakat, upaya pengendalian malaria di Kabupaten Jayawijaya dapat berjalan lebih efektif.
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Kesehatan pun mengharapkan adanya kerja sama antara tenaga kesehatan dan masyarakat agar target eliminasi malaria pada 2027 dapat diwujudkan.(*)

0 Komentar