![]() |
| Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S. Ip., M. Kp, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, (16/10/2026). |
WAMENA, SBP NEWS - Kabut asap yang menyelimuti Wamena, ibu kota Provinsi Papua Pegunungan, selama beberapa pekan terakhir mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap turut memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Wamena sehingga tidak berjalan normal seperti biasanya.
Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, S. Ip., M. Kp mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sembarangan maupun membuang puntung rokok di tempat yang dapat memicu kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sembarangan dan tidak membuang puntung rokok di sembarang tempat,” kata Ronny saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/10/2026).
Ronny menegaskan, masyarakat tidak boleh menganggap remeh kondisi kabut asap yang saat ini melanda Wamena. Pasalnya, situasi tersebut tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga menghambat berbagai aktivitas masyarakat, termasuk perjalanan menggunakan transportasi udara.
“Jangan anggap remeh situasi sekarang. Kita mau naik pesawat saja menjadi susah. Di tempat lain, beberapa aktivitas kantor dan sekolah juga diliburkan karena kondisi cuaca seperti ini,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dampak kabut asap terhadap penerbangan juga dirasakannya secara langsung. Beberapa waktu lalu, dirinya terpaksa melakukan perjalanan darat menuju Jayapura karena pesawat tidak beroperasi akibat kondisi cuaca.
“Gara-gara pesawat tidak beroperasi karena cuaca, beberapa waktu lalu saya harus turun ke Jayapura melalui jalan darat,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kabut asap, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya saat ini berupaya melindungi masyarakat melalui pembagian masker, terutama bagi anak-anak sekolah yang rentan terpapar asap.
“Untuk sementara, kami sedang melakukan upaya pencegahan terhadap masyarakat dengan membagikan masker, terutama bagi anak-anak sekolah,” tegas Ronny.
Menurutnya, penanganan kabut asap dalam skala yang lebih besar membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat. Hal ini karena upaya penanganan tersebut memerlukan dukungan anggaran yang besar serta langkah penanganan yang lebih luas dan terkoordinasi.
Ronny menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, asap yang menyelimuti Wamena diduga berasal dari wilayah Merauke dan Yahukimo, kemudian menyebar hingga ke sejumlah wilayah lain, termasuk Timika, Jayapura dan Ambon.
“Asap datang dari arah Merauke, kemudian merambat ke Wamena, Timika hingga Ambon,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kebakaran yang memicu munculnya kabut asap tidak hanya terjadi di Papua, tetapi juga di sejumlah wilayah lain di Indonesia, seperti Kalimantan.
Karena itu, Ronny kembali mengingatkan masyarakat Jayawijaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran di lahan terbuka serta membuang puntung rokok sembarangan.
"Kami pemerintah daerah berharap kesadaran masyarakat dalam mencegah kebakaran dapat membantu mengurangi risiko memburuknya kondisi kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan, mobilitas masyarakat, dan aktivitas penerbangan di Wamena,"tutupnya.(*)

0 Komentar