WAMENA, SBP NEWS - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Jayawijaya, menyampaikan pandangannya terkait Peristiwa Roma Agreement dalam aksi mimbar bebas yang digelar Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Baliem di Sekretariat KNPB Wilayah Baliem, Wamena, Selasa (30/9/2026).
Dalam orasinya, Ketua GMNI Kabupaten Jayawijaya, Ignasius Pekei menilai bahwa berbagai persoalan yang terjadi di Tanah Papua saat ini tidak terlepas dari rangkaian keputusan politik yang menurutnya berkaitan dengan Perjanjian Roma yang berlangsung pada 30 September 1961 di Vatikan.
Menurutnya, berbagai persoalan seperti konflik sosial, kerusakan lingkungan, serta berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat adat Papua perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.
“Tanah digusur, hutan dibabat, dan berbagai persoalan kemanusiaan masih terjadi. Kami memandang kondisi tersebut sebagai bagian dari dampak kebijakan dan keputusan politik yang berlangsung sejak masa lalu,” ujar Pekei.
Pada kesempatan itu, ia juga mengajak lembaga-lembaga keagamaan, termasuk gereja-gereja, untuk turut menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian bagi masyarakat Papua.
“Gereja memiliki peran moral untuk menyuarakan keadilan dan kemanusiaan. Karena itu kami berharap gereja-gereja dapat terus hadir dan memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Papua,” katanya.
Selain itu, Pekei mengajak seluruh masyarakat Papua untuk menjaga persatuan dan solidaritas dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada. Ia menegaskan pentingnya kebersamaan serta komitmen untuk menjaga kepentingan masyarakat Papua.
“Kita harus saling menjaga, saling merangkul, dan memperkuat persatuan. Dengan kebersamaan, kita dapat menghadapi berbagai persoalan yang ada dan menjaga masa depan generasi Papua,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pekei menyampaikan pandangannya mengenai status politik Papua. Menurutnya, masyarakat Papua memiliki hak untuk terus menyuarakan aspirasi dan pandangan politik mereka melalui cara-cara yang damai dan demokratis.
“Bangsa Papua memiliki sejarah dan perjalanan politiknya sendiri. Karena itu, aspirasi masyarakat Papua perlu didengar dan diperhatikan dalam semangat dialog serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat,” katanya.
Aksi mimbar bebas tersebut merupakan bagian dari kegiatan yang digelar KNPB Wilayah Baliem dalam rangka memperingati dan menyampaikan sikap terhadap Peristiwa Roma Agreement.
Sejumlah organisasi mahasiswa, pemuda, dan elemen masyarakat turut hadir menyampaikan pandangan mereka terkait berbagai isu yang berkembang di Papua.(*)

0 Komentar