KNPI Jayawijaya Bersama OKP-CIPAYUNG Dan KNPB Tolak Kegiatan Pemuda Papua Progresif

WAMENA, SBP NEWS - DPD II KNPI Kabupaten Jayawijaya Bersama OKP-Cipayung Dan KNPB Wilayah Baliem Wamena Nyatakan Sikap penolakan terhadap kegiatan yang digelar oleh kelompok Pemuda Papua Progresif di salah satu hotel di Wamena beberapa waktu lalu. 

Penolakan tersebut disampaikan dalam aksi mimbar bebas penolakan Roma Agreement yang digelar di Sekretariat Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Baliem, Wamena, Rabu (30/9/2026).

Ketua DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Jayawijaya, Hengky Hilapok, menyatakan penolakan terhadap, kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok Pemuda Papua Progresif tidak mencerminkan aspirasi yang selama ini diperjuangkan oleh sebagian masyarakat Papua. 

Ia menilai agenda tersebut tidak menjawab tuntutan utama yang berkembang di tengah masyarakat Papua saat ini.

Dalam pernyataannya, Hengky mengatakan bahwa KNPI Jayawijaya bersama organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung serta KNPB hadir dalam aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas dan kesatuan sikap terhadap berbagai persoalan yang terjadi di Papua.

"Kami menolak dengan tegas kegiatan yang dilakukan oleh Pemuda Papua Progresif. Kami menilai kegiatan tersebut tidak jelas dan tidak menjawab tuntutan rakyat Papua saat ini," ujar Hengky di hadapan peserta aksi.

Ia menegaskan bahwa tuntutan yang selama ini disuarakan bukan berkaitan dengan persoalan kesejahteraan semata, melainkan perlunya dialog yang menurut mereka harus difasilitasi oleh pihak netral di tingkat internasional.

Selain menyampaikan penolakan terhadap kegiatan tersebut, Hengky juga mendesak pemerintah pusat untuk membuka akses bagi jurnalis internasional dan komite hak asasi manusia internasional masuk ke Papua guna melakukan pemantauan terhadap berbagai persoalan yang terjadi di daerah itu.

Menurutnya, DPR RI dan DPD RI asal Papua perlu menyampaikan aspirasi tersebut kepada Presiden Republik Indonesia agar akses bagi lembaga internasional dapat dibuka secara lebih luas.

"Kami meminta Presiden membuka akses bagi jurnalis internasional dan komite HAM internasional untuk melihat langsung situasi yang terjadi di Papua dan melakukan investigasi terhadap berbagai dugaan pelanggaran HAM," katanya.

Hengky juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah negara di kawasan Pasifik yang selama ini memberikan perhatian terhadap isu Papua. Ia menilai dukungan tersebut menunjukkan adanya perhatian internasional terhadap perkembangan situasi di Tanah Papua.

Aksi yang berlangsung di Sekretariat KNPB Wilayah Baliem tersebut dihadiri berbagai organisasi kepemudaan dan mahasiswa yang menyampaikan pandangan mereka terkait sejarah politik Papua, hak asasi manusia, serta perkembangan situasi sosial di wilayah Papua.(*)

Posting Komentar

0 Komentar