![]() |
| Suasana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah bersama para guru dan siswa saat melakukan sesi foto bersama di aula, Senin (28/9/2026). |
WAMENA, SBP NEWS - Antusiasme siswa sekolah dasar dalam menceritakan sejarah dan cerita rakyat Lembah Baliem menjadi perhatian dalam kegiatan lomba cerita rakyat yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Jayawijaya.
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Jayawijaya, Heribertus Mabel, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mendorong anak-anak mengenal, menghafal, serta mampu menceritakan kembali sejarah dan cerita rakyat yang berkembang di Lembah Baliem.
Menurut Heribertus, kegiatan tersebut dilaksanakan selama kurang lebih dua minggu dengan melibatkan sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Jayawijaya.
“Untuk kegiatan ini, kami turun ke sekolah-sekolah untuk menguji dan melihat kemampuan anak-anak dalam bercerita tentang sejarah yang terjadi di Lembah Baliem,” kata Heribertus, saat diwawancarai, Senin (28/9/2026).
Ia menjelaskan, pada pelaksanaan kali ini pihaknya melibatkan lima sekolah dasar, yakni SD Negeri Wamena, SD Kristen Koinonia, SD YPPK Santo Yakobus, SD Inpres Wamena Satu, dan SD Harapan Baliem.
Dari masing-masing sekolah, sejumlah siswa mengikuti proses seleksi dan penilaian untuk menentukan peserta yang dinilai mampu menyampaikan cerita sejarah dan cerita rakyat dengan baik.
Heribertus mengaku terkesan melihat kemampuan dan antusiasme para siswa. Menurutnya, anak-anak mampu menghafal serta menceritakan kembali berbagai kisah yang berkaitan dengan sejarah dan tempat-tempat penting di Lembah Baliem.
“Yang kami lihat sangat luar biasa. Anak-anak mampu menghafal dan menceritakan kembali sejarah suatu daerah, termasuk cerita-cerita yang terjadi di Lembah Baliem,” ujarnya.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kecerdasan berpikir, keberanian, kemampuan berbicara, serta pengetahuan anak-anak mengenai sejarah dan budaya daerahnya.
“Kami berharap kegiatan ini terus berjalan karena antusiasme anak-anak sangat luar biasa. Mereka begitu bersemangat untuk menghafal dan menceritakan sejarah serta cerita rakyat yang ada di daerah kita,” katanya.
Heribertus menambahkan, hasil penilaian nantinya akan menentukan peserta yang meraih juara pertama, kedua, dan ketiga. Para pemenang akan mendapatkan hadiah yang disiapkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.
Ia menyebutkan, hadiah bagi para pemenang diberikan dalam bentuk tabungan atas nama masing-masing siswa sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar mereka terus mengembangkan kemampuan membaca, menghafal, dan bercerita.
“Hadiah yang kami berikan berupa tabungan untuk anak-anak sekolah sesuai dengan nama masing-masing pemenang,” jelasnya.
Heribertus berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga generasi muda Jayawijaya tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mengenal dan mampu menjaga cerita sejarah serta budaya yang diwariskan oleh masyarakat Lembah Baliem.(*)

0 Komentar