WAMENA, SBP NEWS - Sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat, memiliki kepedulian terhadap generasi muda, serta mendorong pembangunan berbasis kebutuhan rakyat menjadi gambaran yang disampaikan Yosua Wetapo dalam refleksinya terhadap perjalanan kepemimpinan Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol.
Sebagai seorang anak desa Papua Pegunungan, Yosua menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi dan berbagai langkah yang dilakukan Ones Pahabol selama menjalankan tugasnya sebagai Wakil Gubernur Papua Pegunungan.
Menurut Yosua, Ones Pahabol tidak hanya menjalankan peran sebagai pemimpin administratif, tetapi juga menjadi sosok yang memberikan inspirasi bagi generasi muda Papua Pegunungan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, politik, dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam refleksinya, Yosua menggambarkan semangat kepemimpinan Ones Pahabol melalui pesan kebersamaan, “Kita Bersama Membangun Honai Papua Pegunungan.”
Pemimpin yang Dekat dengan Masyarakat
Yosua menilai Ones Pahabol merupakan figur yang rendah hati dan memiliki kedekatan dengan masyarakat. Sikap tersebut terlihat dari kebiasaannya menyapa masyarakat serta turun langsung untuk mendengar aspirasi dari berbagai kalangan.
Bagi Yosua, pendekatan tersebut menunjukkan karakter kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada pemerintahan, tetapi juga memahami kondisi sosial dan budaya masyarakat Papua Pegunungan.
Kedekatan itu, menurutnya, juga dibangun melalui komunikasi dengan tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta masyarakat secara luas.
Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan Papua Pegunungan agar semakin sejahtera dan harmonis.
Kebijakan Berbasis Kebutuhan Masyarakat
Dalam menjalankan tugas pemerintahan, Ones Pahabol dinilai memberikan perhatian terhadap kebijakan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu hal yang mendapat apresiasi Yosua adalah upaya membuka peluang bagi anak-anak Papua Pegunungan untuk mengikuti seleksi CPNS melalui skema afirmasi yang dinilai lebih berpihak kepada Orang Asli Papua (OAP).
Selain itu, Ones Pahabol disebut aktif mendorong pengembangan sumber daya manusia melalui kerja sama dengan berbagai kementerian, termasuk dalam meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) dan generasi muda Papua Pegunungan.
Bagi Yosua, langkah tersebut menunjukkan adanya komitmen untuk membangun Papua Pegunungan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pembangunan jangka panjang.
Perhatian terhadap sektor ekonomi kreatif dan pembangunan di sejumlah wilayah Papua Pegunungan juga dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.
Pendekatan Humanis dalam Menyelesaikan Konflik
Di tengah kompleksitas persoalan sosial dan budaya di Papua Pegunungan, Yosua juga menilai Ones Pahabol memiliki pendekatan humanis dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat.
Pendekatan yang mengedepankan kehati-hatian, dialog, serta penghormatan terhadap kearifan lokal dinilai penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
Menurut Yosua, Ones Pahabol memahami bahwa pembangunan tidak hanya berbicara mengenai modernisasi, tetapi juga harus berjalan seimbang dengan upaya menjaga nilai-nilai adat dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Gaya kepemimpinan yang humanis dan dialogis tersebut, dalam pandangan Yosua, menjadi salah satu modal penting dalam membangun Papua Pegunungan yang damai, tertib, dan berkembang secara berkelanjutan.
Membangun Papua Pegunungan sebagai Honai Bersama
Yosua menggambarkan Ones Pahabol bukan sekadar sebagai administrator pemerintahan, tetapi sebagai sosok yang memiliki tekad untuk membawa Papua Pegunungan menuju arah pembangunan yang lebih baik.
Dedikasi dalam bidang pemerintahan, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi, hingga pembangunan infrastruktur disebut sebagai bagian dari komitmen tersebut.
Kepemimpinan Ones Pahabol, menurut Yosua, menjadi gambaran tentang harapan masyarakat terhadap seorang pemimpin yang tidak hanya mampu merancang kebijakan, tetapi juga memiliki kepedulian dan ketulusan dalam melayani rakyat.
Ia berharap semangat pembangunan di Papua Pegunungan dapat terus melibatkan generasi muda, khususnya generasi milenial, agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi mengambil bagian dalam proses perubahan.
“Papua Pegunungan adalah honai kita bersama. Karena itu, pembangunan tanah ini bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi merupakan komitmen bersama,” demikian inti refleksi Yosua Wetapo.
Semangat tersebut menjadi ajakan bagi generasi muda, masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengambil bagian dalam membangun Papua Pegunungan menuju masa depan yang lebih baik.(*)

0 Komentar